dalam pembuatan network diagram simbol yang melambangkan suatu peristiwa adalah
Simbolsimbol yang digunakan dalam network diagram, minimum berjumlah dua macam dan maksimum tiga macam yaitu anak panah, lingkaran, dan anak panah terputus-putus. Ketiga macam simbol tersebut adalah 1. Anak panah Anak panah menyatakan sebuah kegiatan atau aktivitas. Kegiatan disini didefinisikan sebagai hal yang memerlukan duration jangka
NETWORKDIAGRAM. oleh. Dr. Ir. Yogi Sirodz Gaos, M. T. A. TUJUAN. Agar Mahasiswa mampu memahami tentang bagaimana membuat diagram network dalam suatu pengelolaan proyek yang meliputi pembahasan antara lain : simbol (anak panah, lingkaran dan anak panah terputus-putus), hubungan antar simbol (anak panah dengan lingkarandan anak panah terputus
SeePage 1. Simbol-simbol yang digunakan dalam menggambarkan suatu network. 17 adalah sebagai berikut (Hayun, 2005) : a. (anak panah/busur), mewakili sebuah kegiatan atau aktivitas yaitu tugas yang dibutuhkan oleh proyek. Kegiatan di sini didefinisikan sebagai hal yang memerlukan duration (jangka waktu tertentu) dalam pemakaian
Lahirnyakonsep manajemen ditengah gejolak masyarakat sebagai konsekuensi a. KISI-KISI SOAL UAS PERANCANGAN BASIS DATA BSI SEMESTER 2. 1.Kumpulan data yang terorganisir, disimpan dalam suatu komputermenggunakan metode terten. Contoh soal UAS mata kuliah Perancangan Basis Data ( PBD ) 1. Suatu sistem pengelolaan atau penyusunan data-data dengan
Site Rencontre Sans Donner Son Adresse Mail. Network Planning adalah sekumpulan kegiatan yang saling berhubungan dengan tujuan membantu dalam perencanaan, pengelolaan dan pengendalian proyek yang digambarkan dalam bentuk diagram jaringan network diagram. Dua metode yang dikenal umum dalam Network Planning adalah CPM dan PERT. Kedua metode tersebut menjadi alat bantu dalam Manajemen Proyek, entah itu proyek konstruksi maupun proyek lainnya. Untuk penggambaran Diagram Netwok ada dua format untuk penggambarannya yaitu AoA Activity on Arrow atau ADM Arrow Diagram MethodAoN Activity on Node atau PDM Precendence Diagram Method Rekan-rekan Teknik Sipil saya rasa pernah dengar semua istilah-istilah yang disebutkan tadi di mata kuliah Manajemen Proyek Konstruksi. Kembali ke fokus bahasan, saya menggunakan pendekatan AoA dalam artikel ini. Selengkapnya penjelasan dan tahap-tahap dalam menggambar diagram network planning pada proyek yaitu sebagai berikut. 1. Daftarkan Setiap Kegiatan Proyek Pada Tabel Untuk memulainya penggambaran diagram jaringan kerja atau network diagram dimulai dengan membuat daftar setiap kegiatan/aktivitas pada suatu proyek. Data-data yang diperlukan berupa predecessor dan durasi dari tiap kegiatan. Predecessor adalah aktivitas/kegiatan yang mendahului aktivitas/kegiatan lain dalam konteks ketergantungan. Misalkan pada tabel di bawah kegiatan kegiatan D bergantung pada kegiatan A yang artinya kegiatan D baru bisa dimulai jika kegiatan A selesai. Sedangkan untuk durasi kegiatan dalam metode jaringan kerja mewakili kuantitas waktu tertentu yang berada diantara waktu dimulai sampai dengan waktu berakhirnya kegiatan. Tabel Data Proyek KegiatanPredecessorDurasi MingguA–2B–2C–1DA4EB4FC3GD4HD2IE, F2JI, H1 2. Gambarkan Network Diagram Diagram Jaringan Sebelum ke penggambaran supaya mudah dimengerti, saya beri penjelasan sederhana terlebih dahulu. Seperti yang dijelaskan tadi, untuk penggambaran digunakan menggunakan metode AoA Activity on Arrow yang artinya kegiatan diwakili oleh tanda anak panah, sedangkan node yang berbentuk lingkaran mewakili peristiwa. Berikut adalah contoh penggunaanya. a Penjelasan Singkat Metode Activity on Arrow AoA Pada gambar tersebut mewakilkan 1 kegiatan, dimana pada 1 kegiatan terdapat 1 anak panah yang terhubung antara 2 node. Pada anak panah diberi durasi bisa berupa hari, minggu atau bulan namun harus konsisten untuk penggunan durasi, jika 1 kegiatan menggunakan minggu maka kegiatan lain juga menggunakan minggu, seperti yang sudah ditabelkan pada tabel di tahap 1. Node melambangkan peristiwa, peristiwa yang terjadi pada node nomor 1 adalah dimulainya kegiatan sedangkan pada nomor 2 berakhirnya kegiatan. Juga terdapat istilah ES, LS dan EF, LF dimana istilah tersebut merupakan “anak” dari ET Earliest Time dan LT Latest Time yang akan dijelaskan di poin tahap 3 dan 4. b Penggambaran Diagram AoA Berdasarkan daftar kegiatan proyek yang sudah ditabelkan pada langkah 1. Hasil penggambaran akan seperti berikut. Dari tabel kita dapat mengetahui bahwa kegiatan A,B dan C tanpa tidak memiliki predecessor yang artinya kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan paling awal dimulai. Sehingga, langkah awal bisa dimulai dengan menggambar Node Start, yang diberi nomor 1. Pada node start, ada 3 garis panah keluar mewakili masing-masing kegiatan yang tidak mempunyai predecessor. Artinya, ketiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan awal. Predecessor dari kegiatan D adalah A, tarik garis panah dari node nomor 2. Sama seperti kegiatan-kegiatan yang lain. Yang perlu diperhatikan adalah kegiatan E dan F yang mengarah ke Node nomor 7. Kenapa demikian? Sekarang lihat kembali tabel, pada kegiatan I predecessornya merupakan E dan F sehingga arah panah kegiatan E dan F mengarah ke Node yang sama tempat kegiatan I dimulai. Sama halnya dengan kegiatan J yang dimana predecessornya kegiatan I dan H. Perhatikan lagi Node nomor 7, dimana terdapat 2 garis panah keluar ke pada Node tersebut. Hal ini terjadi dikarenakan kegiatan G dan H memiliki predecessor yang sama yaitu kegiatan D, perhatikan lagi tabel. Pada kegiaatan J dan G tidak menjadi predecessor pada kegiatan lain yang artinya kedua kegiatan ini sama-sama mengarah ke berakhirnya proyek, perhatikan tabel dan gambar diagram. Sedangkan untuk penomoran Node aturannya nomor yang lebih kecil mengarah ke nomor yang lebih besar, itulah mengapa pada Node nomor 7 memiliki nilai lebih besar dari kedua Node tempat Garis panah berasal. Node-node tersebut melambangkan peristiwa dimulainya atau berakhirnya kegiatan. Misalkan, pada Node nomor 3 berakhirnya kegiatan B dan dimulainya kegiatan E. 3. Menentukan Earliest Time Dalam perhitungan Earliest Time pada Node digunakan dengan cara perhitungan maju forward pass yang meliputi Earliest Start ES dan Earliest Finish EF dari suatu Kegiatan. Berdasarkan konsepnya, Earliest Start ES merupakan Earliest Finish EF pada kegiatan sebelumnya. Namun jika hasil dari gambar diagram network untuk kegiatan yang memiliki lebih dari satu predecessor lebih dari satu garis anak panah yang mengarah ke node diambil ES dengan nilai yang terbesar. Selesaikan terlebih kegiatan-kegiatan yang memiliki satu predecessor. Perhatikan gambar berikut. Untuk mempermudah buatlah tabel, seperti dibawah ini. KegiatanDurasi MingguEarliest Time ESEF A 1-2202 B 2-3202 C 1-4101 D 2-5426 E 3-6426 F 4-6316 G 5-84610 H 5-7268 I 6-7268 J 7-81810 Dengan nilai EF = ES + D Coba perhatikan nilai EF dari A, B dan C. Sekarang perhatikan ES dari D, E dan F nilainya sama. Hal ini dikarenakan ES = EF predecessornya. Namun tidak berlaku bagi kegiatan yang memiliki lebih dari satu predecessor, jika memiliki lebih dari satu predecessor maka dipilih ES dengan nilai terbesar. Sebagai contoh pada kegiatan F yaitu EF = 3 + 1 = 4. Sedangkan pada Diagram Network menunjukan 6, hal ini dikarenakan nilai ES pada Kegiatan I diambil dari nilai terbesar dari kedua predecessor-nya. Dengan demikian EF dari kegiatan F adalah 6 terdapat Free Float pada kegiatan F. Kegiatan A, B dan C memiliki ES = 0 karena tidak ada kegiatan yang mendahuluinya. 4. Menentukan Latest Time Selanjutnya untuk mendapatkan nilai Latest Start LS dan Latest Finish LF dari setiap kegiatan diperlukan perhitungan mundur backward pass. Caranya hampir sama saat kita mencari nilai ES dari kegiatan, hanya kebalikannya. Pada hitungan mundur kita mulai dari node yang paling belakang yaitu peristiwa selesainya proyek dari suatu jaringan kerja. Untuk memulainya diambil nilai LF=EF pada node paling akhir. Pada perhitungan mundur kegiatan yang memiliki lebih dari satu succesor lebih dari satu garis anak panah keluar pada node diambil nilai yang terkecil yang artinya hanya mewakili nilai LF dari satu kegiatan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar diagram jaringan berikut. Tambahkan lagi kolom pada tabel yang sudah dibuat sehingga akan seperti dibawah ini KegiatanDurasi MingguEarliest TimeLatest Time ESEFLSLF A 1-220202 B 2-320213 C 1-410134 D 2-542626 E 3-642637 F 4-631447 G 5-84610610 H 5-726879 I 6-726879 J 7-8189910 Dengan nilai LS = LF – D Sebagai contoh pada kegiatan G yaitu LS = 10 – 4 = 6. Berdasarkan konsepnya, LF = LS kegiatan selanjutnya successor. Perhatikan di tabel pada kegiatan A nilai LF nya sama dengan D yang merupakan successor dari kegiatan A dan juga kegiatan. Perhatikan gambar berikut. a Penjelasan ES, LS, EF, LF Pada Diagram Network Metode AoA Tetapi untuk kegiatan yang memiliki lebih dari satu successor, maka diambil nilai yang terkecil untuk cara perhitungan mundur backward pass. Sedangkan untuk perhitungan maju forward pass, diambil nilai yang terbesar dari predecessornya. 5. Menentukan Jalur Kritis Apa itu Jalur kritis? Jalur kritis merupakan rangkaian kegiatan terpanjang dalam suatu rencana proyek yang harus diselesaikan tepat waktu agar proyek selesai tepat waktu. Kegiatan yang berada di jalur kritis tidak dapat dimulai hingga kegiatan pendahulunya predecessor selesai. Jika ditunda selama sehari, maka seluruh proyek juga akan tertunda selama sehari kecuali kegiatan selanjutnya successor diselesaikan lebih cepat sehari. Untuk mengidentifikasi jalur kritis dengan Critical Path Metode, data yang diperlukan adalah ES Earliest StartLS Latest StartEF Earliest FinishLF Latest Finish Dimana data-data tersebut sudah kita dapatkan di tahap nomor 3 dan 4. Cara menembukan jalur kritis pada diagram network planning bisa ditentukan pada node yang memiliki nilai ES = LS atau EF=LF yang memiliki nilai Total Float dan Free Float sama dengan 0. Perhatikan gambar jalur kritis pada diagram berikut. Jalur kritis pada gambar di atas saya kasih tanda warna merah maroon. Dari gambar network diagram di atas, dapat diketahui jalur kritis berada di jalur kegiatan A-D-G atau pada rangkaian peristiwa 1-2-5-8 dengan dengan umur proyek 10 minggu. Sedangkan untuk perhitungan Total Float TF dan Free Float FF bisa menggunakan persamaan berikut. TF = LF – ES – D dan,FF = EF – ES – D Perhitungannya disajikan pada tabel berikut. KegiatanDurasi MingguEarliest TimeLatest TimeTotal FloatFree FloatJalur Kritis ESEFLSLF A 1-22020200YES B 2-32021310NO C 1-41013430NO D 2-54262600YES E 3-64263710NO F 4-63164732NO G 5-8461061000YES H 5-72687910NO I 6-72687910NO J 7-8181091011NO Untuk perhitugan TF dan FF dari tabel di atas diambil contoh pada kegiatan A, TF = 2 – 0 – 2 = 0 dan FF = 2 – 0 – 2 = 0. Berikutnya diambil contoh kegiatan yang memiliki nilai Free Float FF, saya ambil kegiatan F sebagai contoh. TF = 7 – 1 – 3 = 3 dan FF = 6 – 1 – 3 = 2. Sekian untuk cara membuat diagram network sampai dengan menentukan jalur kritis pada proyek. Semoga bermanfaat. Berikan komentar bila perlu.
Home > Network, Project > Penggambaran Network Diagram Sebagai pengenal atau identitas peristiwa yang bersangkutan untuk membedakan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya Sebagai pengenal kegiatan atau dummy atau penghubung peristiwa. Dipakai sebagai urut urutan proses perhitungan saat paling awal SPA dan perhitungan saat paling lambat. Untuk mengetahui saat awal dan saat akhir semua kegiatan yang ada dalam sebuah proyek dan untuk mengetahui saat awal dan saat akhir Syarat nomor peristiwa dalam sebuah network diagram • Nomor peristiwa harus berupa angka atau huruf • Nomor peristiwa awal sebuah kegiatan atau sebuah dummy harus lebih keil daripada nomor peristiwa akhir • Nomor peristiwa awal sebuah network diagram diberi nomor 1 • Prosedur pemberian nomor peristiwa • Nomor awal network diagram diberi nomor 1 • Bila sebuah peristiwa dianggap sebagai peristiwa akhir dari sebuah atau beberapa kegiatan dan dummy • Visualisasi proyek berdasarkan network planning. • Berupa jaringan kerja yang berisi lintasan lintasan kegiatan dan urutan urutan peristiwa yang ada selama penyelenggaraan proyek PENDAHULUAN • Menginventarisasikan kegiatan • Menentukan atau mengidentifikasikan pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung. PERSYARATAN Simbol Network Diagram ANAK PANAH Melambangkan kegiatan LINGKARAN Melambangkan suatu peristiwa dan dibagi menjadi 3 ruang yaitu – Ruang sebelah kiri nomor peristiwa – Ruang sebelah kanan atas SPA – Ruang sebelah kanan bawah SPL ANAK PANAH TERPUTUS Hubungan antar kegiatan dummy tidak membutuhkan waktu sumber daya dan ruangan. Dummy hanya menunjukkan logika ketergantungan kegiatan yang patut diperhatikan. HUBUNGAN ANTAR KEGIATAN 1. Hubungan seri Antara dua kegiatan terdapat hubungan seri bila sebuah kegiatan tidak dapat mulai dikerjakan kalau kegiatan lainnya belum selesai dikerjakan 2. Hubungan paralel Jika sebuah kegiatan bisa dimulai/diselesaikan tanpa perlu menunggu kegiatan lain selesai. Bentuk alternatif hubungan pararel dalam network diagram • Memiliki satu peristiwa akhir bersama • Memiliki satu peristiwa awal bersama • Memiliki satu peristiwa akhir dan satu peristiwa awal bersama • Memiliki peristiwa awal yang berlainan dan peristiwa akhir yang berlainan HUBUNGAN ANTAR PERISTIWA DAN KEGIATAN 1. Setiap kegiatan dimulai dari satu posisi dan berakhir pada satu posisi lain 2. Dari satu posisi dapat dimulai lebih dari satu kegiatan Sebagai Referensi lain mengenai penggambaran network diagram ,anda dapat Membaca Sumber lain di link berikut ini Semoga Bermanfaat.
dalam pembuatan network diagram simbol yang melambangkan suatu peristiwa adalah