apa yang terjadi ketika seseorang bertobat

FirmanAllah memberitahu kita apa yang sedang terjadi dalam dunia rohani di balik tirai, dan memberikan kita hikmat untuk mengerti apa yang manusia lakukan. Iblis menggunakan krisis untuk mengerjakan misteri kedurhakaan, yakni rencana untuk menaruh orangnya di atas takhta dunia ini dan agar semua manusia menyembah dia melalui orang itu (2 Tes 2 apayang terjadi jika seseorang tetap bernafas ketika sedang menyelam? SD. SMP. SMA SBMPTN & UTBK. Produk Ruangguru. Beranda; SMA; Biologi; apa yang terjadi jika seseorang tetap bernafas ket DA. Dettha A. 08 Februari 2022 00:10. Pertanyaan. apa yang terjadi jika seseorang tetap bernafas ketika sedang menyelam? Mau dijawab kurang dari 3 PelajaranPemuridan: Pertobatan. Konsep: Ketika Yesus memulai pelayanan-Nya di bumi, tema-Nya adalah "bertobatlah karena kerajaan Allah sudah dekat". Konsep pertobatan merupakan tema yang menjadi inti dari Alkitab. Semua orang diberitahu untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk berkhotbah, mengajar Sayatidak benar-benar sadar apa yang saya lakukan atau memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Seorang hamba Tuhan datang serta memberitahu bahwa saya perlu menerima Yesus dalam hati dan meminta saya untuk mengikutinya ber doa. Dan bahwa kamu benar-benar akan bertobat dan berbalik kepada Kristus. Jika engkau tidak Padahalia sudah keluar dari kota itu untuk menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu (ay. 5). seruan penghukuman itu justru akan mendatangkan keselamatan bagi mereka jika bertobat karena sifat Allah tersebut. 18:21-22 untuk mengetahui perkataan yang tidak difirmankan oleh Tuhan adalah jika yang diucapkan seorang nabi itu tidak Site Rencontre Sans Donner Son Adresse Mail. SEBAGAI manusia pasti pernah melakukan kesalahan, baik yang sengaja dan tidak. Ternyata Islam memiliki syarat bertobat. Yaitu agar seorang muslim dapat bertobat dengan sepenuh hati dan jiwanya, tidak mengulanginya dan menjadikannya pelajaran untuk ke depannya. Sebagian hukama mengatakan ketika orang berakal bertobat, hendaklah dia melakukan perkara-perkara di bawah ini, 1. Syarat Bertobat Selalu Beristighfar dengan Lisannya Dengan beristighfar, Allah membuka pintu-pintu tobat hambanya. Rasulullah ﷺ bersabda, dalam Hadist Riwayat Bukhari nomor 6307 yang artinya “Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertobat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali. Maka teruslah beristighfar agar Allah memberikan ampunannya dan juga ini adalah bentuk untuk terus mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Dengan ini diharapkan juga seorang hamba dapat terus taat dan enggan berlaku lalai. 2. Syarat Bertobat Penyesalan di Dalam Hati Tentu dalam bertobat perlu sekali penyesalan yang mendalam dari seorang hamba-Nya. Karena jika tidak ada penyesalan, maka akan ada kemungkinan untuk mengulanginya kembali. Harusnya seorang hamba merasa malu karena setiap aktivitasnya dilihat oleh Allah. Maka hendaknya seorang hamba mengontrol aktivitasnya sesuai perintah Allah. Dan ketika sudah bertobat, berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi. Aturan Allah bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan. Semua akan dimintai pertanggungjawaban, maka pergunakanlah waktu yang Allah beri untuk banyak-banyak bertobat dan beramal saleh. BACA JUGA Allah SWT Maha Pengampun, Jangan Pernah Berhenti Bertobat 3. Syarat Bertobat Bertekad untuk Tidak Mengulangi Dosa Selamanya Seorang muslim sering sekali merasa seakan bisa hidup sangat lama, maka dengan mudah ia mengulangi dosa-dosa yang sudah jelas-jelas Allah larang. Hal itu dengan alasan yakin bahwa akan ada waktu lagi untuk bertobat. Padahal, tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi bahkan satu detik ke depan. Jadi berhentilah untuk mengulangi segala dosa dan berjanjilah untuk istiqomah pada ketaatan. Jangan sampai seorang hamba menyesal dikemudian hari dan ingin memperbaiki hal yang sudah tidak bisa diperbaiki. 4. Syarat Bertobat Mengekang Anggota Badan untuk Tidak Berbuat Dosa Dalam meninggalkan dosa butuh ketegasan yang kuat pada diri sendiri. Seperti menjaga mata dari melihat hal yang diharamkan, menjaga lisan dari berkata kasar, menjaga tubuh dari kemaksiatan dan menjaga pikiran agar selalu bersandar pada Islam. Semua butuh usaha yang tidak mudah, maka berbahagialah bagi seorang hamba yang bisa menjaga dirinya dari berbuat dosa. Semua itu butuh pembiasaan dan konsistensi. Karena bila diri dibiasakan dengan dosa, maka akan terbiasa berbuat dosa, begitu pun sebaliknya. 5. Syarat Bertobat Mencintai Akhirat Perbanyaklah mengingat akhirat dan jadikanlah akhirat sebagai tujuan. Karena dunia hanyalah sementara dan jangan sampai seorang hamba tenggelam di dalamnya. Rasulullah ﷺ juga bersabda yang artinya, “Barang siapa cinta terhadap dunia, maka akan menyebabkan yang seseorang terpeleset, jatuh dalam kesalahan, kemaksiatan dan kebodohan.” BACA JUGA Saat Iblis pun Ingin Bertobat 6. Syarat Bertobat Membenci Kesenangan Duniawi Foto Unsplash Setan dengan sungguh-sunguh menggoda manusia agar dapat terfokus pada dunia. Maka seorang muslim harusnya sadar bahwa kesenangan dunia sering sekali melalaikan dari ketaatan. Hendaknya seseorang tidak terjebak dengan kesenangan dunia yang fana ini. Muslim harus tahu tujuan hidup yaitu beribadah kepada Allah. Karena bila hidup hanya seputar kesenangan duniawi, maka jika seorang hamba mati ia tidak akan memiliki bekal yang cukup. Oleh karena itu, hendaknya dunia dijadikan sarana untuk dapat menggapai ridha-Nya. 7. Syarat Bertobat Sedikit Berbicara Mengenai hal ini Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang banyak bicara maka banyak pula kesalahannya. siapa yang banyak salahnya maka banyak pula dosanya. Siapa yang banyak dosanya maka neraka adalah sebaik-baiknya tempat baginya.” Maka lebih baik diam ketimbang berbicara hal yang tidak baik. “Orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaknya berkata yang baik atau jika tidak bisa lebih baik diam” HR. Bukhari. 8. Syarat Bertobat Mengurangi Porsi Makan dan Minum Mengenai hal ini Rasulullah ﷺ bersabda, “Para wali kekasih Allah adalah orang yang membiasakan lapar dan haus. Siapa yang menyakiti mereka maka Allah akan membalasnya, membuka aibnya dan mengharamkan hidup di surga-Nya.” HR. Ibnu an-Najjar. Maka dalam Islam pun diajarkan untuk berpuasa, yang di dalamnya seorang hamba bisa lebih menjaga segala hawa nafsunya akan dunia. Dan Allah juga tidak menyukai orang-orang yang rakus atau berlebihan. 9. Syarat Bertobat Tekun dalam Menuntut Ilmu dan Beribadah Foto Unsplash Sebagaimana Islam sangat mengutamakan keduanya. Bagaimana tidak, dalam beribadah pastilah butuh pengetahuan dan ilmu dahulu sebelum akhirnya melakukannya. Maka jangan berhenti mencari ilmu yang sangat luas ini dan jadikan ilmu itu bermanfaat di jalan Allah, sebagai sarana beribadah dan tentunya sebagai menambah kesadaran agar diri lebih taat. 10. Syarat Bertobat Sedikit Tidur Maksudnya adalah hendaknya siang hari selalu dipenuhi dengan berbuat baik dan melaksanakan ketaatan. Jangan lupa juga untuk memohon ampun kepada Allah. dan di malam hari sedikit tidur, lalu bermunajat kepada-Nya. Karena itu adalah ciri orang yang dicintai oleh Allah. Itulah sepuluh syarat bertobat yang harus diketahui dan tentunya dilaksanakan. Semoga setiap muslim bisa selalu bertobat dan memohon ampun kepada Allah. SUMBER Nasha ih al-ibad fi Bayani Alfahzi al-Munabbihat’ala Isti’dad Li Yaum al-Ma’ad Oleh Syekh Nawawi al-batani Penerjemah Fuad Saifudin Nur WALIPUSTAKA 2016 bagusp Official Writer Banyak dari kita yang menyesali perbuatan dosa kita lalu berusaha untuk bertobat namun sering jatuh dalam dosa yang sama berulang-ulang kali sampai kita masuk ke dalam titik jenuh akan penyesalan tersebut dan akhirnya kita merasa percuma untuk bertobat, karena kita berpikir ke depan pasti kita akan melakukannya kembali. Hal ini terjadi karena kita kurang memahami arti dari pertobatan dan kita tidak melakukan pertobatan dengan cara yang benar. Bertobat dalam bahasa yunani berasal dari kata Yunani yang memiliki arti perubahan pikiran. Jadi pertobatan bukan hanya penyesalan tapi bersedia meninggalkan dosa-dosa. Dalam alkitab kita bisa mengambil pembelajaran dari kisah Saul dan Daud Makam Raja Daud ditemukan, mereka berdua sama-sama pernah melakukan dosa yang sangat jahat di mata Tuhan namun ada perbedaan respon yang mereka ambil ketika mereka mengetahui kesalahan mereka. Saul tidak taat pada perintah Allah untuk menumpas seluruh bangsa Amalek termasuk ternak, namun dengan sengaja Saul mengambil ternak orang Amalek. Samuel menegur Saul namun dia beralasan menyisakan ternak untuk mempersembahkannya sebagai korban bakaran kepada Tuhan. Saul tidak bertobat justru dia berusaha membenarkan tindakannya. Berbeda dengan Daud, ketika dia ditegur oleh Tuhan melalui Nabi Natan karena telah membunuh Uria untuk menjadikan Batsyeba Istri Uria sebagai istrinya. Daud tidak berusaha membenarkan tindakannya tersebut, dia menyadari dan mengakui kesalahannya dengan kerendahan hati dan mulai mengarahkan diri kembali kepada Allah dengan berpuasa dan berdoa. “Lalu berkatalah Daud kepada Natan "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu engkau tidak akan mati” - 2 Samuel 1213 Setiap dosa pasti ada konsekuensi yang harus kita tanggung, begitu pula yang dialami oleh Saul, ketika dia tidak bertobat dan semakin memakai caranya sendiri untuk memimpin Israel, Roh Tuhan mulai undur darinya. Sementara Daud walaupun harus menerima kenyataan bahwa anak pertamanya dengan Batsyeba harus meninggal sebagai hukuman atas dosa yang dilakukannya, Daud mengalami pemulihan dan bahkan Tuhan memberkati rumah tangga Daud dengan Batsyeba dengan mengaruniakan Salomo sebagai anak mereka. Dari kisah tersebut kita bisa mengetahui pertobatan itu penting karena dengan pertobatan kita bisa menerima pengampunan dari Tuhan sehingga kita bisa terhindar dari murka Allah, hidup terberkati, semakin dipulihkan dan menghasilkan sukacita surgawi karena kita telah terbebaskan dari dosa-dosa kita. Tahap yang paling sulit setelah pertobatan adalah mempertahankan pertobatan itu sendiri, sehingga ada beberapa point yang harus kita ketahui untuk mempertahankan pertobatan kita, sbb 1. Jadikan dasar pertobatan kita karena kita mengasihi Tuhan. Upah dosa adalah maut, bagi siapapun yang masih bertahan dalam dosa pasti tidak akan memiliki keselamatan, namun disayangkan banyak orang-orang yang bertobat karena rasa takut masuk neraka. Hal ini bukanlah alasan yang tepat untuk melakukan pertobatan. Jangan jadikan pertobatan hanya untuk memperoleh keselamatan, tapi jadikan pertobatan karena kita mengasihi Tuhan dan ingin taat untuk setiap perintahnya. Kita harus mengingat keselamatan adalah anugrah yang Tuhan berikan bagi setiap anak Tuhan yang mengasihi-Nya. ”Kata Yesus kepada mereka "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." - Yohanes 834-36 2. Merubah pola pikir kedagingan. Pertobatan lebih dari sekedar ucapan penyesalan, lebih dari sekedar doa memohon ampun, lebih dari sekedar didoakan hamba Tuhan. Pertobatan adalah langkah untuk kita bertindak merubah setiap pola pikir kita yang terikat dengan kedagingan menjadi pola pikir anak-anak Tuhan yang telah dimerdekakan dari dosa. Dengan memiliki pola pikir yang sudah dirubah maka kita akan memiliki arah hidup yang selalu tertuju kepada Tuhan dan kerajaan-Nya, berani menyangkal diri dan mengambil bagian dalam pelayanan tanpa batas bagi Tuhan. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. - Roma 122 3. Membuat komitmen untuk meninggalkan dosa. Sangat mudah bagi kita terjatuh dalam dosa yang sama karena iblis memakai dosa lama kita sebagai senjata paling ampuh menjatuhkan kita karena itu diperlukan sebuah komitment untuk meninggalkan dosa tersebut. Langkah yang bisa diambil untuk memperkuat komitmen kita, yaitu fokus dengan masa depan kita dan jangan mengingat apa yang pernah menjadi dosa kita karena hal tersebut bisa mengintimidasi kita dan yang paling penting menjaga keintiman kita dengan Tuhan sehingga tidak ada cela untuk iblis memasuki kehidupan kita. “….. aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku” - Filipi 313 Mungkin kemarin kita pernah gagal untuk mempertahakan pertobatan yang kita lakukan dan berulang-ulang kali jatuh dalam dosa yang sama, mari jangan takut untuk tetap melakukan pertobatan dengan sungguh-sungguh dan dengan kerendahan hati mengakui semuanya dihadapan Tuhan. Tuhan sangat mengasihi kita dan rindu untuk kita tetap berkenan dan melekat bersamanya. Anda diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini. Yuk bergabung jadi mitra hari ini. Sumber Halaman 1 Menjadi manusia sempurna tanpa dosa atau kesalahan sedikit pun tentu sangat tidak mungkin. Bahkan dalam sebuah kalam hikmah disebutkan, “Manusia adalah tempat salah dan dosa”. Ungkapan sederhana, namun menyimpan banyak makna di dalamnya. Dengan ungkapan tersebut, manusia tidak mempunyai alasan untuk sombong dan merasa lebih baik dari orang lain, karena antara dirinya dan orang lain sama-sama pernah melakukan dosa. Manusia dengan segala keterbatasan dan kekurangannya selalu diliputi kemungkinan berbuat dosa, baik disengaja atau tidak sekalipun. Apalagi jika hawa nafsu sudah menguasai jiwanya. Ia akan menjadi mainan yang sangat gampang untuk diajak berbuat kesalahan dan kemaksiatan. Bahkan, dalam kondisi itu, ketaatan seolah tidak bernilai sama sekali dalam kehidupannya. Namun, meski manusia tidak bisa lepas dari dosa, atau bahkan dosa-dosanya sudah menumpuk, bukan berarti tidak ada lagi jalan untuk memperbaiki dirinya. Karena, betapa pun besar dan menggunung dosa seorang hamba, pintu rahmat Allah selalu terbuka. Allah memberikan manusia kesempatan untuk memperbaiki dirinya, yaitu dengan cara bertobat dari perbuatan-perbuatan yang berkonsekuensi dosa. Secara etimologi, tobat berarti kembali. Sedangkan secara terminologi, tobat berarti meninggalkan pekerjaan-pekerjaan yang hina menuju pekerjaan yang mulia. Atau jika disederhanakan, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali, yaitu menyucikan hati dari dosa. Tobat menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena dengannya, seseorang bisa membersihkan hati dari dosa-dosa yang mengotorinya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ اَلْخَطَّائِينَ اَلتَّوَّابُونَ Artinya, “Semua anak adam manusia melakukan kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah orang yang bertobat” HR At-Tirmidzi. Cara-cara Bertobat Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Tajul Arus menjelaskan tentang dua cara bertobat yang bisa ditempuh seorang hamba, yaitu 1. Al-Muhasabah intropeksi Maksdunya, orang yang ingin betobat harus tidak lepas dari introspeksi. Caranya, selalu berpikir sepanjang umurnya, jika waktu pagi datang, maka berpikirlah perihal apa yang akan dilakukan olehnya pada malam hari. Jika menemukan pekerjaan taat, maka bersyukurlah pada Allah, dan jika menemukan pekerjaan maksiat, maka istighfarlah kepada-Nya dan segera bertobat. Tidak cukup dengan itu, ia harus mencela dirinya atas maksiat yang diperbuat. Karena, tidak ada cara paling ampuh dalam bertobat selain mencela diri sendiri ketika melakukan kesalahan. Jika tips ini dilakukan, maka Allah akan memberikan kemuliaan, sebagaimana yang disampaikan oleh Syekh Ibnu Athaillah, yaitu فان فعلت ذلك أبدلك الله بالحزن فرحا، وبالذل عزا، وبالظلمة نورا، وبالحجاب كشفا Artinya, “Jika tips di atas dilakukan, maka Allah akan menggantikan kesedihan dengan bahagia, hina dengan mulia, gelap dengan cahaya, dan kondisi terhalang dari Allah dengan terbuka mengenal Allah” Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, Farhatun Nufus bi Syarhi Tajul Arus, [Beirut Dar al-Kutub 2015], h. 17. Tidak cukup dengan itu, seorang hamba harus merasa bahwa dirinya selalu ada dalam pengawasan Allah ﷻ. Dengannya, tidak akan melakukan pekerjaan yang berujung dosa, bahkan tidak melakukan pekerjaan dengan tujuan selain Allah ﷻ. Dosa dalam diri manusia menjadi penyebab kegelapan hati yang selalu membekas. Maksiat bagaikan api, sedangkan dosa sebagai asapnya. Jika asap api mengenai rumah, seindah apa pun rumahnya akan menjadi tidak elok dipandang dan tidak nyaman ditempati. Begitupun dengan manusia, sebersih apa pun dia dari kesalahan. Jika maksiat sudah diperbuat olehnya, dan dosa menjadi konsekuensinya, maka Allah tidak akan senang dengannya, sehingga ia akan semakin jauh dari Allah. Oleh karenanya, tidak ada cara lain selain membersihkan dosa dalam diri manusia kecuali dengan cara bertobat. 2. Al-Ittiba’ mengikuti Rasulullah Maksudnya, orang yang ingin bertobat harus tunduk patuh mengikuti Rasulullah dalam semua tindakannya, seperti pekerjaan, ucapan, dan ibadahnya. Apalah arti sebagai umat Nabi Muhammad jika semua pekerjaan yang dilakukan justru tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah? Seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya selama ia tunduk patuh dan mengikuti jejak langkah Rasulullah dalam kehidupannya sehari-hari. Ketentuan kedua ini begitu jelas, dalam Al-Qur’an Allah memerintahkannya, yaitu قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ Artinya, “Katakanlah Nabi Muhammad, Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” QS Ali Imran 31 Mengikuti jejak langkah yang dipraktikkan oleh Rasulullah, menunjukkan sebagai upaya menjadi bagian darinya. Berusaha menjadi bagian Rasulullah artinya berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Begitupun sebaliknya, tidak mengikuti Rasulullah artinya tidak ingin menjadi bagian darinya, dan tentu juga ingin menjauh dari Allah. Naudzubillah. Penjelasan tersebut mengingatkan kita pada kisah yang terjadi beberapa abad yang lalu, tepatnya ketika peristiwa perang Khandaq, yaitu pengakuan Rasulullah pada sahabat Salman al-Farisi yang dinyatakan sebagai keluarganya. Dalam haditsnya, secara jelas Rasulullah bersabda سلمان منا أهل البيت Artinya, “Salman merupakan bagian dari kita, sebagai keluarga.” Imam Suyuthi, Jam’ul Jawami’, juz 1, h. 1334 Sebagaimana diketahui, sahabat Salman bukanlah keturunan Rasulullah, bahkan tidak termasuk dari golongan suku Quraisy. Ia hanyalah pendatang dari kota Persia untuk masuk Islam. Betapapun demikian, sikap tunduk patuh dan mengikuti semua tingkah laku Rasulullah menjadikan orang Persia itu bagian darinya, bahkan dianggap sebagai keluarganya. Jika tunduk patuh dalam mengikuti langkah Rasulullah bisa dianggap sebagai bagian darinya, tentu mereka yang tidak mengikuti tidak bisa dianggap sebagai bagiannya. Hal ini tergambar secara jelas dalam kisah Nabi Nuh alaihissalam, ketika menganggap anaknya sebagai bagian darinya. Lantas, Allah berfirman kepadanya قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ Artinya, “Dia Allah berfirman, Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik.” QS Hud 46. Dua peristiwa di atas menjadi sebuah bukti bahwa tidak ada cara yang lebih baik untuk mendapatkan ampunan dari Allah ﷻ ketika bertobat selain mengikuti jejak Rasulullah. Bahkan Allah sudah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang taat pada Rasul-Nya sebagaimana disebutkan pada ayat di atas. Sunnatullah, santri sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Kokop Bangkalan Jawa Timur. Persiapkan diri Anda secara rohani Pengalaman apa yang Anda miliki mengenai pertobatan? Tanpa membahas dosa pribadi, bagaimana Anda dapat membagikan bagaimana bertobat telah menolong Anda menjadi lebih dekat kepada Bapa Surgawi? Beberapa remaja putra mungkin berjuang menghadapi ketidaklayakan. Ini akan memengaruhi kemampuan mereka untuk melayani sebagai pemegang imamat yang setia. Bagaimana Anda dapat menjadi sensitif terhadap mereka dan mengundang Roh untuk menolong mereka berhasrat untuk bertobat? Dengan doa yang sungguh-sungguh telaahlah tulisan suci dan sumber-sumber ini. Apa yang mengilhami Anda untuk bertobat? Yesaya 118 Melalui pertobatan, kita dapat dibersihkan dari dosa-dosa kita Roma 323; 1 Yohanes 18 Kita semua berdosa Alma 1933 Pertobatan membawa perubahan hati Alma 366–24 Alma bertobat dan menerima pengampunan melalui kasih karunia Juruselamat Alma 398 Kita tidak dapat menyembunyikan dosa kita dari Allah A&P 5842–43 Untuk bertobat, kita harus mengakui dan meninggalkan dosa-dosa kita “Pertobatan,” Untuk Kekuatan Remaja, 28–29 Dale G. Renlund, “Gembala yang Baik Kita,” Ensign atau Liahona, Mei 2017, 29–32 Dale G. Renlund, “Pertobatan Pilihan Penuh Sukacita,” Ensign atau Liahona, November 2016, 121–124 Linda S. Reeves, “Rencana Penebusan yang Besar,” Ensign atau Liahona, November 2016, 88–90 Dieter F. Uchtdorf, “Dia Akan Menempatkan Anda di Atas Bahu-Nya dan Membawa Anda Pulang,” Ensign atau Liahona, Mei 2016, 101–104 Video “Not a One-Time Thing,” “Within Bounds” Mengajar dengan Cara Juruselamat Juruselamat mengundang orang lain untuk bertindak dalam iman dan menjalankan kebenaran yang diajarkan-Nya. Dia menemukan kesempatan-kesempatan bagi mereka untuk belajar melalui pengalaman yang penuh kuasa. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menolong para remaja putra melihat kuasa dari pertobatan sehari-hari dalam kehidupan mereka? Biarkan remaja putra memimpin Seorang anggota presidensi kuorum mempimpin pertemuan kuorum. Dia memimpin remaja putra dalam berembuk bersama mengenai urusan kuorum, mengajar mereka tugas-tugas keimamatan mereka dari tulisan suci dan buku Tugas kepada Allah, serta meminta seorang pembimbing atau anggota kuorum lainnya untuk mengajarkan sebuah pelajaran Injil. Dia dapat bersiap dengan mengisi agenda pertemuan kuorum selama pertemuan presidensi. Memulai pengalaman belajar Pilihlah dari gagasan berikut atau pikirkanlah gagasan Anda sendiri untuk mengkaji ulang pelajaran minggu lalu dan memperkenalkan pelajaran minggu ini Mintalah para remaja putra menggambar sesuatu yang mengingatkan mereka akan sesuatu yang mereka pelajari minggu lalu, dan bahaslah bersama apa yang mereka gambarkan. Mintalah seorang remaja putra merentangkan lengannya ke depan sambil memegang sebuah benda berat di masing-masing tangan sementara anggota kuorum membahas bagaimana dosa dapat menjadi seperti beban yang berat. Selama pembahasan, taruhlah lebih banyak benda berat di tangan remaja putra itu. Pindahkan benda, dan undanglah para remaja putra untuk membagikan apa yang mereka pelajari mengenai dosa dan pertobatan dari pelajaran dengan benda ini. Belajar bersama Masing-masing kegiatan di bawah ini dapat menolong para anggota kuorum memahami apa artinya bertobat. Dengan mengikuti ilham dari Roh, pilihlah satu atau lebih yang akan paling baik digunakan di kuorum Anda Ajaklah seorang anggota kuorum untuk datang ke kelas siap membagikan sebuah kisah dari salah satu ceramah yang disarankan dalam garis besar ini. Anda juga dapat menayangkan sebuah video dari pembicara yang menceritakan kisah ini. Apa yang kisah-kisah ini ajarkan kepada kita tentang pertobatan? Tulislah pernyataan-pernyataan tentang pertobatan dari ceramah-ceramah tersebut pada lembaran kertas. Ajaklah remaja putra untuk memilih sebuah pernyataan dan membagikan apa yang mereka pelajari—pertama-tama dengan seorang rekan dan kemudian dengan anggota kelas. Berilah mereka waktu untuk merenungkan perubahan yang mereka merasa terkesan untuk lakukan karena apa yang telah mereka pelajari. Mintalah seorang anggota kuorum untuk mengajarkan satu bagian dari pelajaran ini. Dia dapat melakukan ini sebagai bagian dari rencana Tugas kepada Allahnya untuk mempelajari dan mengajar mengenai pertobatan lihat “Memahami Ajaran,” halaman 18, 42, atau 66 Mintalah seorang remaja putra untuk menyembunyikan sebuah objek sewaktu para anggota kuorum lainnya sedang menonton. Mintalah anggota kuorum yang lain untuk mencoba menemukan objek tersebut. Apa yang contoh ini ajarkan mengenai mencoba untuk menyembunyikan dosa-dosa dari Allah? lihat Alma 398. Apa kisah-kisah dari tulisan suci yang remaja putra dapat bagikan yang mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak dapat menyembunyikan dosa-dosa kita dari Allah? lihat, contohnya, Yunus 1-2; 2 Samuel 11-12; Kisah Para Rasul 51–11. Mereka juga dapat mengulas salah satu kisah dari ceramah Sister Linda S. Reeves ”Rencana Penebusan yang Besar.” Ajaklah remaja putra untuk membahas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam kelompok-kelompok kecil Apakah beberapa cara orang-orang mencoba untuk menyembunyikan dosa-dosa mereka? Apa yang akan Anda katakan untuk menolong seseorang memahami bahwa kita tidak dapat menyembunyikan dosa-dosa kita? Mintalah seorang remaja putra untuk memegang gambar Alma dan para putra Mosia lihat Buku Seni Injil 77 dan meringkas kisah tentang pertobatan mereka lihat Alma 366–24. Mintalah para remaja putra membaca secara individu Alma 3613, 17–20, 23–24, tunjukkan asas-asas pertobatan dalam ayat-ayat ini, dan kemudian bagikan dalam kelompok kecil apa yang mereka pelajari. Mintalah para remaja putra untuk memikirkan dan menuliskan sesuatu yang dapat mereka lakukan untuk menerapkan asas-asas pertobatan dalam kehidupan mereka sendiri. Mintalah setiap remaja putra untuk mempelajari bagian dari “Pertobatan” dalam Untuk Kekuatan Remaja atau bagian-bagian pilihan dari salah satu ceramah yang disarankan dalam garis besar ini. Mintalah para remaja putra menandai dan membagikan apa pun yang menonjol bagi mereka. Mintalah mereka untuk dengan tidak menyebutkan nama menuliskan pertanyaan apa pun yang mereka miliki mengenai pertobatan. Undanglah uskup untuk menjawab pertanyaan ini dan membagikan bagaimana pertobatan terikat dengan kuasa imamat. Perlihatkan video “Within Bounds.” Mintalah separuh anggota kuorum untuk mencari hal-hal yang mereka pelajari dari video ini mengenai apa artinya bertobat, dan mintalah separuh lainnya untuk mencari peran dari uskup dalam menolong kita bertobat. Mintalah mereka membagikan apa yang mereka pelajari. Apa yang akan mereka katakan kepada teman-teman yang mungkin takut untuk berbicara kepada uskup mengenai kesalahan yang telah mereka buat? Mintalah para remaja putra untuk membagikan apa yang mereka pelajari hari ini. Apakah mereka memahami apa artinya bertobat? Perasaan atau kesan apakah yang mereka dapatkan? Apakah mereka memiliki pertanyaan tambahan apa pun? Akankah bermanfaat untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk ajaran ini? Kiat mengajar “Adalah murid yang harusnya ditempatkan untuk bertindak. Ketika seorang guru menjadi sorotan, menjadi bintang pertunjukan, melakukan semua pembicaraan, dan sebaliknya mengambil alih semua kegiatan, adalah hampir dipastikan bahwa dia mengganggu dalam pembelajaran anggota kelas” Asahel D. Woodruff, dalam Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia [1999], 61. Mengundang untuk bertindak Anggota presidensi kuorum yang memimpin mengakhiri pertemuan. Dia dapat Membagikan perasaannya atau meminta anggota kuorum untuk membagikan perasaan mereka mengenai Juruselamat dan apa artinya bertobat. Undanglah para remaja putra untuk memeriksa kehidupan mereka dan menentukan apa yang perlu mereka ubah. Pertanyaan Bagaimana saya bertobat sebagai orang Kristen? Jawaban Seseorang bernama Filipi di sebuah kota Yunani menanyakan pertanyaan yang sama kepada Paulus dan Silas. Kita tahu paling sedikit tiga hal mengenai orang ini dia adalah seorang sipir; penyembah berhala; putus asa. Ada kemungkinan dia sudah hampir bunuh diri ketika Paulus mencegah dia melakukan itu. Ia bertanya, “Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Kisah Para Rasul1630 Fakta bahwa ia menanyakan ini menunjukkan bahwa dirinya menyadari kebutuhannya akan keselamatan - menyadari cuma kematian yang menantinya, dan karenanya dia tahu bahwa dirinya membutuhkan pertolongan. Fakta bahwa dia bertanya kepada Paulus dan Silas menunjukkan bahwa ia percaya bahwa mereka memiliki jawaban atas pertanyaannya itu. Jawabannya datang dengan cepat dan sederhana “Percayalah kepada Allah Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Kisah 1631 Cerita selanjutnya memperlihatkan bagaimana orang itu percaya dan bertobat. Sejak hari itu hidupnya mulai pertobatan orang ini hanyalah berdasarkan iman “percaya”. Hanya karena dia percaya kepada Yesus saja. Orang ini percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah “Allah” dan Mesias yang menggenapi Kitab Suci “Kristus”. Imannya juga meliputi kepercayaan bahwa Yesus mati bagi dosa dan bangkit kembali karena itulah berita yang dikhotbahkan oleh Paulus dan Silas lihat Roma 109-10 dan 1 Korintus 151-4. Secara harafiah “bertobat” artinya “berbalik.” Ketika kita berbalik kepada sesuatu, pada saat yang sama kita juga berbalik dari sesuatu. Ketika kita berbalik kepada Yesus, kita juga berbalik dari dosa. Alkitab menyebut berbalik dari dosa sebagai “penyesalan” dan berbalik kepada Kristus sebagai “iman.” Karena itu, penyesalan dan iman adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan, saling melengkapi. Pertobatan memerlukan baik penyesalan maupun iman diindikasikan dalam 1 Tesalonika 19 - “bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah” 1 Tesalonika 19. Hasil pertobatan sejati sebagai orang Kristen ia akan meninggalkan jalan hidupnya yang dulu dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pikiran yang jahat. Secara sederhana, pertobatan sebagai orang Kristen harus didahului ada tidaknya iman bahwa Yesus adalah Anak Allah yang telah mati bagi dosa dan sudah bangkit kembali. Anda harus sependapat dengan Allah bahwa Anda memang orang berdosa yang membutuhkan keselamatan, harus percaya bahwa hanya Yesus saja yang bisa menyelamatkanmu. Ketika Anda berbalik dari dosa kepada Kristus, Allah berjanji menyelamatkan dan memberimu Roh Kudus, yang akan menyucikanmu sebagai ciptaan baru. Kekristenan sejati bukanlah agama. Menurut definisi Alkitab, kekristenan lebih mengenai ada tidaknya hubungan antara seseorang dengan Yesus Kristus. Kekristenan sebenarnya mengenai Allah yang menawarkan keselamatan kepada setiap orang yang percaya dan mau menerima karya salib Yesus Kristus. Seseorang yang bertobat sebagai orang Kristen bukan mengenai meninggalkan satu agama dan memeluk agama lainnya. Bertobat sebagai orang Kristen lebih mengenai apakah kita sudah menerima hadiah yang ditawarkan Allah, dan memiliki relasi pribadi dengan Yesus Kristus, yang membuahkan pengampunan dosa dan kekekalan di Surga setelah kelak meninggal. Apakah Anda berniat bertobat sebagai orang Kristen karena apa yang Anda baca ini? Jika YA, berikut ini adalah sebuah doa sederhana yang dapat Anda panjatkan pada Allah. Mengucapkan doa ini atau doa lainnya tidak akan menyelamatkanmu. Doa ini hanya sebuah cara untuk mengungkapkan iman Anda kepada Allah dan ungkapan terima kasih padaNya atas keselamatan yang telah disediakan bagimu.. Hanyalah iman kepada Yesus yang dapat menyelamatkan Anda dari kebinasaan. “Bapa di surga, saya tahu bahwa saya telah berdosa terhadap Engkau dan layak mendapatkan hukuman. Namun Yesus Kristus telah menanggung hukuman yang sepantasnya saya tanggung sehingga melalui iman kepadaNya saya dapat diampuni. Saya percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang ajaib – anugrah hidup kekal! Amin!” English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Bagaimana saya bertobat sebagai orang Kristen?

apa yang terjadi ketika seseorang bertobat